TRANSISTOR

Posted: 25 Maret 2010 in Elektronika

Komponen elektronika yang pegang peranan ialah Transistor. Untuk mengenalnya, dibutuhkan sejumlah pengetahuan dasar. Anda memulai mereparasi radio atau tape recorder yang rusak, tapi tak mengenal sifat dan jenis transistor, berarti pekerjaan anda tak akan berhasil dan anda akan selalu gagal.
Transistor banyak dibutuhkan atau hampir semua rangkaian elektronika membutuhkannya. Meskipun dalam rangkaian elektronika ada IC namun transistor tak bisa ditinggalkan. Misalnya pada pesawat penerima radio transistor, pesawat pemancar, televisi, dan lain sebagainya, semua butuh transistor.

Transistor terbentuk dari dua macam dioda germanium ( bermuatan positif & bermuatan negatif ) yang disambung secara berlawanan atau berbalikan.

Oleh sebab itulah kita mengenal 2 jenis transistor :
1. Transistor jenis NPN
2. Transistor jenis PNP

Transistor jenis NPN, yang dianggap sebagai katoda ialah tep/kaki basis. Sedangkan yang dianggap sebagai anoda ialah tep kolektor dan emitor.

Gb.1. Transistor PNP

Transistor jenis PNP, yang dianggap sebagai anoda ialah tep/kaki basis. Sedangkan yang dianggap sebagai katoda ialah tep kolektor dan emitor.

Gb.2. Transistor NPN

Adapun tugas atau fungsi kaki-kaki transistor tersebut ialah :
– Emitor, bertugas menimbulkan elektron-elektron.
– Kolektor, berfungsi menyalurkan elektron-elektron tersebut tersebut keluar dari
transistor.
– Basis, mengatur gerakan elektron dari emitor yang keluar melalui tep/kaki kolektor.

Anda harus mengetahui apakah transistor itu jenis PNP atau jenis NPN, karena ini menentukan dalam membuat atau mereparasi radio. Jika misalnya anda mengganti transistor penguat akhir yang rusak dan transistor itu jenis PNP lalu anda menggantinya dengan jenis NPN, tentunya pesawat tak akan bisa bunyi, karena sifatnya lain-lain antara PNP dan NPN.

Cara mengetahui transistor jenis PNP atau NPN, anda harus menggunakan ohm meter atau multitester ( Avometer ).

Langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam menentukan transistor jenis PNP atau jenis NPN adalah sebagai berikut :
– Pastikan bahwa anda ingin menentukan jenis PNP atau NPN.
– Saklar multitester pada posisi R x 100 ohm.
– Hubungkan pencolok hitam (-) pada kaki emitor.
– Hubungkan pencolok merah (+) pada kaki basis.
– Catat berapa jarum skala bergerak dan berhenti.
– Kemudian pencolok hitam pada kaki kolektor.
– Lihat jarum skala pasti bergerak dan berhenti pada angka tertentu.
– Jika pengukuran pertama jarum lebih kecil dari pengukuran yang kedua berarti Transistor
jenis PNP
– Jika jarum lebih skala lebih besar daripada pengukuran kedua berarti jenis NPN.

Anda juga harus dapat menentukan kaki emitor, kaki kolektor, kaki basis pada transistor. Sebab salah menentukan kaki transistor dalam perakitan atau penyolderan, anda akan gagal mereparasi atau membuat rangkaian elektronika.

Adapun langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam dalam menentukan kaki-kaki transistor adalah dengan membaca simbol atau tanda dari pabrik, tanda titik atau segitiga menandakan kaki kolektor.

Gb.3. Tanda titik atau segitiga menandakan kaki kolektor

Ada juga macam transistor lain, yang kaki emitornya diberi tanda kepingan lidah menjorok keluar itu adalah kaki emitor, seperti gambar dibawah ini :

Gb.4. Plat yang menjorok sebagai tanda kaki emitor

Disamping itu juga bisa dilihat dengan cara membalik transistor. Kemudian coba khayalkan garis lurus. Lurus pada garis lurus adalah kaki emitor dan kolektor. Lalu khayalkan garis segitiga itulah kaki basis. Perhatikan gambar berikut ini :

Gb.5. Garis khayal segitiga

Mencegah Panas pada Transistor

Transistor jika bekerja atau mendapatkan arus listrik, maka suhunya akan naik turun. Maksimal suhu pada transistor adalah 70°C. Oleh sebab itulah, banyak transistor diberi rangkaian sebagai pencegah panas.

Hal-hal yang perlu diperhatikan terhadap transistor adalah sebagai berikut :
Jika transistor panas, maka tahanannya menjadi kecil. Aliran listrik yang diperlukan rangkaian elektronika lebih besar. Dengan demikian arus pada baterai cepat habis.
Jika transistor terkena panas yang berlebihan akan menjadi aus, maka tahanan dalam transistor akan mengecil dan penguatan yang dilaksanakan akan naik. Pengaruh pada hasil bunyi yang ditimbulkan menjadi tidak bagus karena cacat.

Agar tidak terjadi sebagaimana hal-hal yang telah disebutkan di atas, maka biasanya lakukan pencegahan panas sebagai berikut ini :
Transistor dilengkapi dengan plat pendingin yang di pasang pada chasis. Hal ini akan memberi bantuan yang besar dalam mengurangi panas transistor.
Pada tabung transistor biasa diberi plat pendingin. Karena dengan plat pendingin panas pada tubuh transistor akan mengalir ke plat tersebut, sehingga panas bisa dikurangi.
Pada tubuh transistor dilengkapi plat rusuk-rusuk pendingin yang berfungsi membuang panas.
Pada kaki emitor dilengkapi dengan rangkaian tahan dan kondensator simpang.

Iklan
Komentar
  1. kikyfauzy berkata:

    gambarnya mana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s